Dear my Spot...Ada sedikit pengalaman yang ingin saya share di sini. Di spot yang mungkin hanya akan diketahui oleh sedikit orang yang mungkin, tanpa sengaja terjerumus untuk membaca secuil curhatan receh dari sang penulis. Awal cerita di mulai ketika penulis berangan untuk masuk dan belajar di perguruan tinggi. Penulis tidak muluk - muluk untuk masuk perguruan tinggi ternama, namun satu harapan penulis adalah ilmu yang di dapat akan berguna bagi penulis di kemudian hari. Penulis tidak ingin menjadi seorang sarjana yang durjana. Penulis juga tidak ingin punya gelar tanpa nalar yang baik.
Awal masuk perguruan tinggi penulis optimis bisa melahap semua pelajaran akademis. Penulis yakin akan kemampuan yang di miliki. Kalkulus adalah rintangan pertama yang menurut penulis cukup membuat akal bulus penulis sempat hangus, yah.. gosong dong otak penulis hahaha...tapi itulah rintangan pertama yang menurut penulis cukup sulit. ouh ya penulis masuk perguruan tinggi di Bandung dan mengambil jurusan Tekhnik Industri. Kenapa penulis mengambil jurusan tersebut? karena lika liku hidup sering membuat kita harus mengambil keputusan secara cepat dan tepat, dan ilmu untuk itu ada di jurusan TI (Tekhnik Industri), haha sa ae penulis nih..
Hari - hari yang indah di kampus penulis jalani, siang bergelut dengan kerjaan, pulang kerja kuliah, macet, hujan - hujanan, menerjang banjir adalah sedikit rintangan yang bisa penulis gambarkan. Hingga akhirnya tanpa terasa penulis telah selesai sampai semester 5. Masalah pun mulai menghinggapi penulis, mulai dari seret nya biaya untuk ngampus hingga kehidupan percintaan penulis yang mulai harus merujuk ke jenjang yang lebih serius.yahh mengingat penulis berpacaran sudah cukup lama, kurleb alias "kurang lebih" 4 tahun sudah penullis berpacaran dengan si centah yang selalu bisa membuat hati penulis cerah, walau kaadang masalah mendera tapi kami tetap teguh pada komitmen kami.
Penulis berfikir 4 tahun sudah lebih dari cukup untuk kami mendalami masa penjajakan. Penulis mulai rajin menabung sedikit - sedikit lama - lama menjadi-jadi, lah apaaan ya... haha... Tiba lah penulis pada fase dimana penulis bingung untuk melajutkan kuliah atau ambil cuti kuliah agar bisa fokus menabung untuk nikahan penulis. hehe ciee nikahh...😁
Penulis pun sempat galau hingga akhir nya mengambil keputusan untuk cuti kuliah dulu
(Hasil tahjud) hehe. Kebetulan kala itu ada seorang teman yang juga berfikiran dan mengalami hal serupa dengan penulis. Kami pun sepakat untuk mengambil cuti kuliah dulu. Allhamdulillah pada tanggal 29 september 2016 penulis melangsungkan pernikahan di sebuah gor di baleendah. Pernikahan yang sederhana namun cukup mengharukan, jika mengingat perjuangan penulis sempat yang cukup kesulitan untuk menaklukan si "centah".
Hari - hari yang indah setelah pernikahan pun terus berlanjut, hingga kini penulis merasakan kerinduan yang mendalam kepada kampus. Kini penulis hanya bisa melihat notif di WA grup kelas yang sudah semakin sibuk mengerjakan KP dam Ta nya masing - masing. Penulis tertinggal oleh teman - teman sekelas penulis, dan rasa nya seperti orang atau siswa yang tidak naik kelas kayak nyesek gitu.. kiranya di sini ada temen - temen yang pernah gak naik kelas, mungkin kalian tahu apa yang penulis rasakan saat ini. Maret tahun 2020 ini adalah bulan dimana penulis akan kembali melanjutkan studi nya di kampus.. Mudah-mudah kali ini penulis bisa terus berjuang sampai lulus dan dapat gelar yang presisi dengan nilai yang memuaskan, do'akn penulis yah kawan.. Aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar