Powered By Blogger

Kamis, 31 Januari 2019

Amarah dari perhatian yang di abaikan

   Hai,,,nama saya penulis gala'u wkwkw.. kenapa saya memilih nama tersebut, karena kali ini saya mau sedikit bercerita tentang...kejadian yang belum lama ini saya alamin bersama si do'i..
yah..ini trouble biasa yang umumnya sering atau pernah di alamin sama pasangan muda yang lainnya.
yess.. tentunya hubungan pacaran dengan lawan jenis yah, bukan seperti kaum Nabi Luth yang sekarang reborn lagi karena di edo tensai oleh kabuto, memang gob#ok nih Kabuto wkwk..

   Kejadiannya belum lama ini, tepatnya 3 hari yang lalu.. "jangan lupa siapkan tisu untuk membaca cerita ini",,hehe gak deh ini bukan kisah sedih hanya sedikit pengalaman yang agak sakit bila di  pendam sendiri..

   Ketika saya menjemput pulang si do'i, saya hanya membawa jas hujan 1, dan si do'i membawa satu buah payung di tasnya, ketika itu di atas punggung si vega(motor saya) hehe, saya bilang, "Yang, pake payung nya hujan nya makin deres..!"
do'i menjawab, "gak mau yang, hujannya juga belum terlalu deress inih,,", sambil tersenyum saya jawab dengan perlahan, "Kamu lagi sakit perut kan, siapa tau itu karena masuk angin, jadi jangan kena hujan, nanti jadi  tambah parah.." percakapan itu pun terus berulang sampai 3x, dan itu seperti dejavu, yang membuatku muak😠😠, hingga akhirnya penulis gala'u ini berkata dengan nada yang sedikit meninggi, entah naik berapa nada, cuman yang pasti masih kalah jika di bandingkakn lengkingan suara, judika, ataupun babang boriel..hehe
   Akhirnya do'i pun terdiam, dan menuruti perintah saya yang tak kuasa menahan amarah, sehingga menambah laju kecepatan motor yang kami tunggangi. Kami pun sampai di rumah, ketika itu saya berangkat, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun untuk berpamitan kepada si do'i. Ketika itu saya bergegas untuk berangkat ke kampus, ada persentasi yang harus saya dan kelompok saya lakukan hari itu..
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar